Balada Berkenalan Dengan Orang Baru

Salah satu hal yang paling seru apabila melakukan perjalanan road trip adalah bertemu dengan orang-orang baru dari pelbagai negara yang memiliki budaya berbeda. Dan kemungkinan untuk bertemu dengan orang-orang baru itu menjadi lebih besar ketika kita tinggal di hostel-hostel ala backpackers. Maklum, apabila kita tinggal dalam sebuah kamar bersama dengan banyak orang, otomatis mau tidak mau kita pun jadi berkenalan dengan mereka. Itulah yang terjadi selama kami berpetualang di New Zealand selama dua minggu. Hampir di setiap hostel di mana kami tinggal, kami berkenalan dengan orang-orang baru yang menjadi roommate kami. Nah, cerita yang paling berkesan dari semuanya adalah ketika kami tinggal di Sir Cedrics Bungi Backpackers di kota Queenstown.

Kami baru saja melakukan perjalanan darat dari kota Dunedin menuju Queenstown selama empat jam. Mengingat kami berangkat dari kota Dunedin sekitar pukul 2 siang kami pun sampai sekitar pukul 6 malam. Bergegas kami melakukan check-in ke dalam hostel kami. Ritual kami setiap kali memasuki sebuah kota biasanya hampir sama, kami akan masuk ke dalam kota tersebut, check-in di hostel lantas bersih-bersih / beristirahat sejenak kemudian berangkat lagi untuk menikmati pemandangan kota tersebut di sore hari. Adalah hal yang menyenangkan menjelajahi Selandia Baru di musim panas dikarenakan matahari terbenam pada pukul 8.30 hingga 9 malam, memberi kami waktu lebih banyak untuk menjelajahi kota.

Saat saya sedang menaruh barang dan berbenah, seorang gadis manis ternyata menjadi roommate kami. Mengingat hostel tersebut tadinya penuh dengan tamu-tamu dari Eropa saya sedikit terkejut bahwa gadis manis yang menjadi roommate kami berasal dari Asia… tapi tidak sepenuhnya. Berbincang-bincang sejenak dengannya, gadis tersebut mengaku bahwa ia berasal dari Vietnam tetapi orang tuanya sudah bermigrasi ke Swedia semenjak kecil. Ia sendiri jauh lebih fasih berbicara dalam bahasa Inggris dan Swedia ketimbang bahasa Vietnam. Temanku tertawa dan mengatakan bahwa aku pun demikian (lahir di Filipina tetapi jauh lebih fasih berbahasa Indonesia). Sang gadis tertawa renyah dan saya pun tersipu malu.

Tanpa sempat mengajaknya berbincang panjang lebar, kami harus pergi. Sang gadis Vietnam ini sempat mengatakan bahwa ia berencana tinggal lama di Selandia Baru dan sudah tinggal hampir dua minggu lebih di kota Queenstown. Untuk biaya hidup? Karena mendapatkan visa kerja / turis (Working Visa), ia bisa bekerja di New Zealand untuk mendapatkan tambahan uang tinggal – dan itulah yang ia berencana lakukan. Sebelum kami meninggalkan hostel kami, saya berjanji pada diri sendiri untuk mengajaknya berbincang lebih lanjut setelah meninggalkan hostel. Kita pun berjabat tangan sejenak.

Namaku Dennis” begitu kataku.
dan aku William” kata temanku.
Ia tertawa mendengar nama kami berdua disebabkan nama kami yang begitu Eropa untuk wajah kami yang super Asia. Ia lantas menyebutkan namanya. Sebuah nama yang saya samarkan saja dengan inisialnya “L“.

Setelah berjalan-jalan di kota Queenstown, makan malam, sekaligus mengagumi keindahan dari Lake Wakatipu kami pun kembali ke hostel mendekati pukul 10 malam. Saya bergegas untuk mandi terlebih dahulu dan mendapati teman saya sedang berbincang kepada dua gadis Jepang baru yang menjadi teman sekamar kami selain Miss L. Sungguh sayang bahwa Miss L ternyata sudah beristirahat. Ya sudahlah pikirku, mungkin ia letih… Toh saya masih punya waktu satu hari lagi besok untuk berbincang lebih lanjut dan meminta kontaknya.

Sementara saya berpikir demikian, teman saya masih ngobrol dengan salah satu dari kedua gadis Jepang yang baru check-in di kamar. Selidik punya selidik teman saya itu bergerak cepat dan langsung mendapatkan Facebook, Instagram, sampai LINE dari sang gadis yang belakangan saya ketahui bernama Yoshie. Saya malahan telat selangkah, teman-teman saya sudah keburu memfollow dan mengadd semua akun social media dari Yoshie sementara saya – yang masih terpaku oleh Miss L – terlambat beberapa hari dalam memfollownya. Lebih dodol lagi, dikarenakan Yoshie tidak mengenali saya (saya tidak sempat ngobrol dengan dirinya) saya satu-satunya di antara kami berempat yang tidak diaccept Follow Request-nya! Sedih bukan?

Keesokan harinya pada subuh kita berangkat menuju ke Milford Sound untuk melakukan cruise singkat and that’s a story for another time. Ketika kembali ke Queenstown sekali lagi hari sudah beranjak sore… dan saya terkejut ketika ranjang di mana Miss L tidur kini sudah tertata dengan rapi. Rupa-rupanya kemarin merupakan hari terakhirnya dan pagi tadi saat kami melakukan cruise di Milford Sound ia check-out dan melanjutkan perjalanannya.

Sementara saya masih terpaku dengan kegagalanku mendapatkan informasi kontak dari Miss L, teman saya (selain William dan aku) yang sudah mendapatkan kontak dari Yoshi semalam bergerilya mengejar mendapatkan kontak dari gadis Jepang lain yang adalah temannya Yoshi. Lantas terjadilah percakapan kocak berikut ini.

Hei, kamu punya Facebook?
Engga
Kalau Instagram?
Engga
Kalau akun LINE?
Engga juga

Di saat ini si William, sudah memalingkan muka ke tembok sambil pura-pura tidak kenal dengan temanku yang masih bersikeras meminta kontak dari teman Yoshie – yang jelas-jelas tidak tertarik membagikan kontaknya. Saya sendiri masih terpaku dengan kenyataan Miss L sudah pergi berlalu dari kehidupanku begitu saja… sementara temanku masih ngotot lantas berkomentar: “Haaah? Kamu ini apa-apa tidak punya. Kamu tidak seperti orang Jepang umumnya yaaa?” yang membuat keadaan jadi tambah awkward bagi kita-kita.

Jelas saja stay kami di Sir Cedrics Bungi Backpacker menjadi salah satu stay yang paling berkesan selama di New Zealand, di mana kami berpindah ke kota berikutnya (Wanaka) masih dengan membawa sepenggal cerita masing-masing.

20170224_231126
Sang gadis Jepang yang tak mau membagikan kontaknya akhirnya ‘menyogok’ kami semua dengan permen karena merasa tidak enak hati

Tanpa mau menyerah dengan keadaan, saya mencoba usaha terakhir mengemail receptionist dari Sir Cedrics Bungi Backpacker untuk menanyakan informasi dari Miss L, demikian email saya:

Dear Reception,

Hello. My name is Dennis and I had the pleasure of staying in your Backpacker’s Hostel Sir Cedric Bungi for two days on February 23 – 24 in the Nursery Room.

On February 23 I had the priviledge of meeting Ms L, a Swedish-Vietnamese who had been staying in the hostel for a couple of days. We had a few chats and I wanted to ask for her email address for future correspondence. Sadly when I return from my trip back from Milford Sound on the 24th, Ms L had already checked out, and I hadn’t got the chance to exchange our contacts detail.

Could you help provide me her email address? Or if it is a private information that the hostel could not disclose, could you at least forward this email to Ms L, so that if she wants to she could contact me in the future?

So my contacts are:
Email: dennisvillanueva@gmail.com
Facebook: Dennis Villanueva
Instagram: dennisivillanueva

Thank you very much for your help and I’m looking forward to stay with Sir Cedric Bungy when I visit Queenstown in the future.

As for Ms L, if you’re reading this email, best of luck for your endeavor here in New Zealand, wish you the best experience all around this beautiful country during your stay!

Sincerely,
Dennis

yang hingga kini sayangnya belum mendapatkan balasan. Teman-teman seperjalanan saya tertawa, menggoda dan mengatakan saya jangan-jangan disangka oleh pihak hostel sebagai stalker. Yah, paling tidak saya sudah berusaha.

Sebagai epilog yang bisa jadi pelipur lara hati, paling tidak setelah hampir beberapa minggu meninggalkan New Zealand saya terkejut ketika tadi siang notifikasi di Instagram saya berbunyi.

Screenshot_20170316-160343
Akhirnya saya diaccept dan difollowback oleh Yoshie!

Terlambat dua minggu sih, tetapi paling tidak, masih lebih baik daripada nothing bukan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s