The Three Must Visit Temple in Bali

Selain dikenal dengan sebutan Pulau Dewata Bali juga dikenal dengan sebutan Pulau Seribu Pura. Itu dikarenakan begitu banyaknya Pura yang dibangun di pulau ini oleh para penduduknya yang mayoritas beragama Hindu. Bagi mereka yang mempelajari agama Hindu secara lebih mendalam tentunya akan sadar bahwa agama Hindu di Bali sangatlah berbeda dengan agama Hindu yang dianut di India sana. Oleh karena itulah beberapa hari perayaan agama Hindu di Bali berbeda dengan yang dirayakan oleh orang India di negara-negara lain. Ambil contoh perayaan Deepawali yang dirayakan besar-besaran oleh orang India di negara-negara Asia Tenggara lain seperti Malaysia dan Singapura, di Bali ternyata hanya diselenggarakan secara biasa-biasa saja, malahan termasuk festival sekunder di belakang Hari Nyepi, Galungan dan Kuningan.

Kembali pada pokok posting ini sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Bali memiliki begitu banyak Pura, jadi Pura mana sajakah yang menjadi tempat yang wajib dikunjungi dan tak boleh dilewatkan apabila kamu datang? Berdasarkan pengalamanku ini adalah tiga Pura yang wajib kamu datangi.

1. Pura Luhur Uluwatu (Uluwatu Temple)

Pura ini termasuk salah satu Pura yang signifikan di Bali dikarenakan posisinya yang dibangun jauh di atas tebing tinggi. Dari sanalah Pura ini mendapatkan namanya: Ulu yang artinya tebing dan Watu yang artinya batu. Uluwatu. Tidak seperti di kompleks Candi Prambanan di mana Candi tersebut dibangun untuk menyembah Trimurti, Pura Luhur Uluwatu dibangun untuk menyembah Sang Hyang Widhi Wasa – sosok Dewa agung dari agama Hindu Bali – dalam wujudnya sebagai Rudra, Dewa Badai dan Perang. Sang Hyang Widhi Wasa ini adalah sosok Dewa yang khas dalam agama Hindu Bali saja, konsepnya diperkenalkan supaya agama Hindu di Indonesia tetap selaras dengan sila pertama Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa.

12654127_10153752329371413_858222685464867815_n
Hutan di sekeliling Pura Uluwatu berisi banyak monyet

Salah satu alasan untuk mengunjungi Pura ini tidak hanya untuk melihat sunset Bali yang cantik di tempat ini tetapi juga untuk melihat performa dari tari tradisional Kecak yang biasa dimulai pada sore hari dengan backdrop matahari terbenam dan Pura Uluwatu yang cantik. Satu saja saranku ketika mendatangi tempat ini yaitu berhati-hati terhadap kawanan monyet usil yang terkadang sering mencuri barang-barang bawaan dari para turis!

12645131_10153752266971413_5776060322677489690_n
Pesona matahari terbenam di Uluwatu

2. Pura Tanah Lot (Tanah Lot Temple)

Sama dengan Pura Luhur Uluwatu, Pura Tanah Lot juga adalah satu dari tujuh Pura Segara (Sea Temples) yang terletak di Pulau Bali. Ia juga memiliki daya tarik sunset yang sangat cantik. Apabila melihat brosur pariwisata maupun kartu pos dengan tema Bali saya hampir bisa memastikan bahwa Pura Tanah Lot pada saat matahari terbenam atau terbit menjadi gambar ikonnya. Tentu mubazir bukan bila datang ke Bali lantas tidak melihat salah satu ikon dari Pulau Bali?

Tanah Lot (4).jpg
Jangan ambil resiko selfie berbahaya. It’s not worth the risk.

Karena telah dibangun semenjak berabad-abad yang lampau, Pura Tanah Lot ini telah mengalami banyak kerusakan. Beruntung bahwa sebelum kerusakan tersebut bertambah parah pemerintah Indonesia sudah berlaku sigap membenahi infrastruktur batu dan fondasi di sekitar Pura. Saat yang paling indah untuk menikmati Pura Tanah Lot tentunya ada pada saat momen matahari terbenam, tetapi itu juga berarti untuk mengambil foto yang bagus kalian harus siap berdesak-desakan dengan banyak wisatawan lainnya.

Satu hal lagi yang harus diperhatikan ketika berkunjung ke tempat ini adalah mematuhi peraturan keselamatan yang ada. Ketika saya datang ke sana acapkali saya melihat bahwa beberapa wisatawan nekat mendekati lautan yang tidak banyak pengunjung hanya untuk mendapatkan foto selfie atau wefieyang bagus dengan background Pura Tanah Lot. Bagi saya hal tersebut jelas tidak penting dan tidak sebanding dengan resiko yang harus diambil. Bagaimanapun juga ombak bisa pasang dengan mendadak dan deburannya bisa membuat karang-karang di sekitar Pura licin dan berbahaya.

3. Pura Agung Besakih (Besakih Temple)

Apabila dua Pura yang sebelumnya saya sebutkan lebih terkenal karena lokasinya yang strategis (dan cantik diabadikan dengan kamera) dibandingkan nilai kepentingannya dalam agama Hindu, tidak demikian halnya dengan Pura Besakih. Kompleks Pura Besakih ini merupakan kompleks Pura terbesar di pulau Bali dikarenakan ia juga merupakan Pura utama di mana umat Hindu di Bali pergi merayakan hari-hari besar mereka.

Sungguh sayang bahwa Pura Besakih belakangan juga mendapatkan citra buruk karena mafia yang menguasai tempat ini. Wisatawan lokal maupun asing diharuskan membayar donasi sumbangan sukarela dan memakai jasa tour guide lokal yang disediakan oleh pihak mafia. Saya pribadi lebih menyarankan kalau hal ini dilakukan saja secara sukarela dan bukannya bersifat paksaan sebab ini bisa mencoreng nama Pura Besakih. Sayangnya sampai saat ini pelaksanaannya belum diambil alih secara benar oleh Pemkot setempat.

Besakih (10)
Sungguh sayang bila kecantikan Pura Besakih ternoda dikarenakan mafia di dalamnya

Apabila tidak percaya dengan kata-kata saya di sini silakan cek website Tripadvisor di mana banyak sekali wisatawan baik lokal dan mancanegara sudah mengalami hal yang sama. Sekali lagi saya cukup beruntung karena dipasangkan dengan guide yang sopan (dan tidak memaksa untuk meminta tip tambahan setelah selesai mengantarkanku berkeliling) tetapi siapa bisa menjamin turis-turis lain bisa seberuntungku?

Besakih (1)
Terima kasih telah mengantarkan saya berkeliling Pak

Akan tetapi terlepas dari kekurangan ini saya masih percaya bahwa Pura Besakih masih sebuah tempat yang layak bahkan perlu dikunjungi, terutama bila keinginan kalian adalah untuk benar-benar mengerti budaya dari Hindu Bali. Melihat bangunan Pura Besakih ditambah dengan latar Gunung Agung (mengingat Pura Besakih dibangun di kaki lembah Gunung Agung) adalah pengalaman tersendiri yang tak terlupakan. Soal biaya pungli yang terjadi sepanjang perjalanan kalian di tempat ini? Yah, anggap saja kontribusi bagi masyarakat setempat sekitar Pura. Sedikit tutup mata saja, mungkin hanya itu yang bisa saya sarankan.

Besakih (3)
Despite all the problems that plague this place, Pura Besakih is still a must-see Pura in Bali

Tentu saja Pulau Bali tidak hanya dikenal dengan tiga Pura ini semata. Apabila memiliki waktu lebih, singgahlah di Pura-Pura terkenal lain macam Pura Ulu Danu Beratan, Taman Ayun Temple, dan banyak tempat lain yang masih bisa disinggahi. Pesona Bali memang selalu menggoda memanggil kembali ke sana!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s