A Winery Life (Part 2)

Jadi perjalanan Wine Tasting kami pun berlanjut ke tempat ketiga: Helen & Joey Winery. Sama halnya dengan Tokar Estate Winery, Helen & Joey Winery juga dimiliki oleh pasangan suami – istri, bukan korporat. Akan tetapi uniknya Helen & Joey ini adalah pendatang dari negeri China. Usia dari Winery mereka pun relatif baru, dibandingkan dengan Tokar Estate yang sudah berdiri lebih dari dua dekade lamanya.

Seperti biasa kami pun dipersilahkan untuk mencoba berbagai Wine yang ada dalam koleksi mereka. Mengingat mereka datang dari China saya pun bisa berkomunikasi dengan mereka menggunakan bahasa Mandarin. Saya juga menyadari bahwa ada lebih banyak rombongan turis dari China maupun Taiwan yang singgah di tempat ini. Seperti biasanya para turis China, di manapun mereka ada mereka sangat bising dan ribut. Toh Helen dengan telaten dan sabar melayani permintaan dan pertanyaan mereka.

Salah satu highlight dari tempat ini selain ‘menjual’ keindahan pemandangan dari Yarra Valley dan Winery mereka adalah patung Unicorn yang mereka letakkan di depan toko mereka. Bukan rahasia bahwa bangsa China adalah bangsa yang percaya pada hal takhayul dan mistik. Seperti kata Helen sang pemilik, ia tidak memiliki alasan khusus meletakkan Unicorn tersebut selain alasan ia sangat suka kuda (Unicorn menjadi logo dari Winery ini) dan ia percaya bahwa patung tersebut membawa keberuntungan dan kesuksesan pada Winery-nya.

20170201_134616
The Iconic Unicorn

Dan hey, mungkin saja itu benar! Saya sering dititipi oleh paman saya untuk membeli Wine sehingga ketika saya datang ke Yarra Valley, ia langsung mewanti-wanti saya untuk membelikannya sebotol Wine. Walaupun saya suka dengan Wine dari Domaine Chandon maupun Tokar Estate, pilihan saya untuk membeli Wine rupa-rupanya jatuh di tempat ini! Saya membeli sebotol Late Harvest l’Amour yang beraroma manis dan kusuka. Hm… mungkin si Unicorn memang membawa keberuntungan bagi Helen dan Joey, siapa tahu?

20170201_134752
Saya mencoba Late Harvest l’Amour dan menyukainya

Saat tiba di Winery terakhir: Yering Farm saya harus mengakui kalau saya sudah sedikit tipsy. Harap dimaklumi karena total saya sudah meminum hampir lima gelas penuh Wine! Bagi orang yang jarang minum-minuman keras, lima gelas penuh Wine itu tentunya bukan jumlah yang sedikit. Eits, jangan khawatir, saya sepenuhnya masih bisa berbicara dengan lancar dan mengambil foto-foto.

20170201_143059
Contoh Anggur yang ditumbuhkan di Yering Farm untuk Wine mereka

Akan tetapi saya memutuskan untuk sedikit mawas diri (ketimbang malah terkapar selama perjalanan pulang). Alih-alih meminta minuman Wine (lagi), saya meminta mencoba minuman spesialitas lain dari Yering Farm yakni Apple Cider mereka. Ya, saya tahu bahwa Apple Cider pun memiliki kandungan alkohol di dalamnya tetapi rasanya yang manis dan dingin membuat saya jauh lebih segar ketimbang sebelumnya.

20170201_143842
Salah satu bagian Smaller Wineries di Yarra Valley

Mungkin karena sudah tiga kali melihat Winery yang berbeda-beda Yering Farm ini bagiku merupakan tempat yang paling biasa, tak ada lagi kejutan yang menantiku di sini. Jangan salah, tempat ini terawat dengan sangat baik dan ada banyak pengunjung datang silih berganti, kesanku mungkin akan jauh berbeda apabila ia menjadi Winery pertama atau kedua yang saya kunjungi.

Usai sudah empat Winery kami singgahi dalam perjalanan Yarra Valley Tour ini. Apakah kami langsung dibawa kembali ke Melbourne? O-ho-ho, nanti dulu. Mister Frans membawa kami terlebih dahulu ke Yarra Valley Chocolatier dan Ice Creamery. Di sini kami mendapatkan kesempatan untuk membeli coklat sebagai oleh-oleh maupun menyantap Es Krim dan berbagai macam dessert yang ada. Mengingat perut sudah terasa sedikit lapar lagi memasuki sore hari, saya pun menjajal Eclair dan Es Krim mereka yang porsinya aujubile gile besarnya. Sungguh enak dan memuaskan.

20170201_153129
Oh so sinful!

Dan selesailah sudah Tur kami pada hari ini. Dalam perjalanan pulang Mister Frans menceritakan anekdot bahwa Yarra Valley sudah berabad-abad dikenal sebagai tempat banyak Winery didirikan. Kendati sempat mengalami kebangkrutan di dekade 1930an dulu, industri Wine di tempat tersebut bangkit lagi memasuki dekade 1970an. Dengan iklim yang bagus dan penangangan yang profesional, saya yakin Yarra Valley akan terus menjadi tempat produksi Wine-Wine berkualitas dari Australia dan juga menarik perhatian dari para turis seantero dunia.

Cheers!

Advertisements

One Comment Add yours

  1. maxymilano says:

    Patung unicorn nya lucu… hehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s